WNA Prancis Pelaku Pemerkosaan Meninggal

WNA Prancis Pelaku Pemerkosaan Meninggal

WNA Prancis Pelaku Pemerkosaan Meninggal

WNA Prancis Pelaku Pemerkosaan Meninggal – Pelaku kasus pemerkosaan anak di bawah umur meninggal dunia setelah melakukan percobaan bunuh diri. Warga Negara Asing (WNA) asal Prancis bernama Francois Abello Camille (FAC) alias Frans (65) itu sempat mengikat lehernya sendiri menggunakan seutas kabel.

“Pada saat petugas jaga di tahanan melakukan patroli pengecekan di masing-masing tahanan, di ruang-ruang tahanan yang ada, di masing-masing sel tahanan yang ada, menemukan satu sel yang berisi memang tersangka FAC umur 65 tahun dalam kondisi terikat lehernya dengan seutas kabel,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, pada awak media, Senin.

Warga Negara Asing (WNA) asal Prancis bernama Francois Abello Camille (FAC) alias Frans (65), pelaku kasus pemerkosaan anak di bawah umur, meninggal dunia pada Minggu, 12 Juli 2020, setelah melakukan percobaan bunuh diri.

FAC sempat dirawat di RS Polri Kramat Jati sejak ditemukan melakukan pencobaan bunuh diri Kamis malam.

Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Pol dr Umar Shahab menjelaskan kondisi FAC saat ditemukan.

“Kondisi lemas, tensi masih teraba, kami larikan ke Kramat Jati, sampai di UGD dilakukan tindakan sesuai prosedur,” kata dia kepada wartawan, Senin.

Dalami kematian pelaku pemerkosaan

FAC akhirnya dilarikan ke rumah sakit dan mendapat perawatan selama tiga hari. Namun, dia meninggal dunia pada Minggu, 12 Juli 2020 pukul 20.00 WIB. Pihak kepolisian melakukan pemeriksaan kepada petugas jaga untuk mendalami kematian pelaku pemerkosaan ini.

“Tindakan yang sudah dilakukan pertama melakukan pemeriksaan petugas jaga tahanan pada saat itu. Kemudian, melakukan rekonstruksi di tempat kejadian untuk mengetahui jalannya peristiwa tersebut,” katanya.

Selain itu pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Prancis untuk menindaklanjuti penanganan jenazah FAC.

Saat dipindahkan, tensi masih terasa

Dia dipindahkan dari Rutan Polda Metro Jaya dalam kondisi lemas. Umar menjelaskan bahwa tensi FAC masih terasa.

Pihaknya langsung membawa pelaku pemerkosaan 305 anak di bawah umur ini ke RS Polri Kramat Jati.

Akan lakukan koordinasi dengan pihak Kedubes Prancis

Umar mengatakan bahwa, jenazah pelaku saat ini masih berada di kamar jenazah. Pihak kepolisian akan melakukan koordinasi dengan pihak Kedutaan Prancis.

“Kemudian dikoordinasikan dengan kedutaan, tindak lanjut sps yang akan diambil, apakah perlu penyidik meminta untuk dilakukan autopsi terlebih dahulu atau langsung dari kedutaan meminta untuk dikirim,” kata dia.

Berusaha mengakhiri hidupnya di sel

Diberitakan sebelumnya, FAC ditemukan dalam kondisi leher terikat kabel. Kabel berada di ujung sel dan dia melompat lalu mengambil kabel tersebut, kemudian dililitkan ke leher. Kabel itu dapat dia raih karena badannya terbilang tinggi.

“Kabel cukup tinggi, tapi dia bisa meraihnya. Orang biasa gak mungkin bisa ambil, tapi karena dia tinggi, dia bisa ambil,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus,

FAC ditemukan berupaya bunuh diri pada Kamis, 9 Juli 2020 malam setelah rilis mengenai kasus pemerkosaan yang dia lakukan diumumkan.

Dia ditemukan oleh petugas yang melakukan patroli malam ke masing-masing sel tahanan.

Comments are closed.