Ribuan Pengunjung Padati Wisata Percontohan

Ribuan Pengunjung Padati Wisata Percontohan

Ribuan Pengunjung Padati Wisata Percontohan

Ribuan Pengunjung Padati Wisata Percontohan – Tempat-tempat pariwisata di berbagai daerah dalam penerapan New Normal atau kelaziman hidup baru di tengah pandemi Covid-19 memang telah diizinkan untuk buka kembali.
Namun segala persyaratan pengetatan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 harus dijalankan.

Masyarakat mulai melampiaskan hasratnya setelah sempat “dikekang” lantaran penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Beeskala Besar). Terbukti, sejak resmi dibuka pada awal bulan Juni 2020, sudah ada ribuan wisatawan yang memadati objek wisata percontohan yang kembali dibuka.

Dijelaskan Made Arya Wedanthara selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, dua objek wisata percontohan yang kembali beroperasi saat transisi New Normal Life adalah Pantai Balekambang dan Pantai Ngliyep.

”Objek wisata belum ada yang kembali buka. Kita sifatnya masih uji coba di (Pantai) Ngliyep dan Balekambang, (Objek wisata) yang lain belum (kembali dibuka),” kata Made Arya.

Tingginya antusias wisatawan yang datang ke objek wisata percobaan itu, juga dikuatkan dengan data yang dihimpun oleh Disparbud Kabupaten Malang. Bahkan dalam satu hari, OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang dikepalai oleh Made Arya ini, mencatat ada ratusan wisatawan yang mendatangi objek wisata percontohan tersebut.

”Sampai sekarang (Balekambang dan Ngliyep) masih buka. Tapi tetap kita evaluasi. Terutama meminta mereka untuk terus berhati-hati, kadang kan memang perlu pembelajaran dulu,” pungkasnya.

Dengan adanya evaluasi itu, membuat Made terus mengimbau kepada pengelola wisata di Balekambang dan Ngliyep untuk terus mengingatkan kepada wisatawan yang tidak mengenakan masker dan melanggar protokol kesehatan.

Wisatawan Banyak yang Tak Pakai Masker

”Mengingatkan masyarakat itu ternyata kita harus bercapek-capek. Itu lo mengingatkan untuk selalu pakai masker ini yang susah. Kemarin kita minta teman-teman destinasi (percontohan) untuk siapkan masker, tapi lama-lama juga kewalahan karena dikasih (masker) malah ditaruh saku, kan percuma,” keluhnya.

Meski terkesan kecewa lantaran masih banyak yang harus dibenahi, namun Made Arya mengaku akan tetap membuka objek wisata percontohan tersebut.

”Kadang dalam sehari ada sekitar 400 wisatawan yang datang,” imbuhnya.

Mengingat banyaknya wisatawan yang datang ke Balekambang dan Ngliyep, membuat Disparbud terus melakukan evaluasi. Terutama dalam sektor penerapan protokol kesehatan.

Sejak resmi dibuka sekitar tanggal 5 Juni 2020 lalu, menurut Made. Sudah banyak wisatawan yang terpantau mendatangi objek wisata yang ada di kawasan JLS (Jalur Lintas Selatan).

”Kadang-kadang kan masuk (ke objek wisata) pakai (masker) tapi di dalam mereka lepas,” ucap Made saat menjelaskan hasil evaluasi sementara dari wisata percontohan tersebut.

”Sudah ada banyak wisatawan yang datang sejak awal dibuka dulu. Sudah ada seribu wisatawan lebih,” ungkap Made saat ditanya berapa jumlah wisatawan yang datang di objek wisata percontohan paska ditutup karena adanya pandemi Covid-19.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *