Pemerintahan Jokowi di Nilai Lambat Tangani Corona?

Pemerintahan Jokowi di Nilai Lambat Tangani Corona?

Pemerintahan Jokowi di Nilai Lambat Tangani Corona?

Gawat! Jokowi Sebut Dampak Corona Bakal Berlanjut Hingga 2021 ...

Pemerintahan Jokowi di Nilai Lambat Tangani Corona? – Lebih dari 600 dokter di Perancis yang bergabung ke dalam kolektif bernama C19 menggugat mantan Menteri Kesehatan Agnes Buzyn dan Perdana Menteri Edouard Philippe. Kedua pejabat ini dianggap tidak mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperlambat penyebaran Corona COVID-19 meskipun mereka sadar akan bahayanya.

Serikat dokter memutuskan demikian karena salah satu korban meninggal karena Corona di negara itu adalah rekan sejawat mereka.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO),  ada lebih dari 14 ribu kasus terkonfirmasi di Perancis, dengan korban meninggal mencapai 562. Pada tanggal dan dari sumber yang sama, di Indonesia tercatat 450 kasus terkonfirmasi, dengan jumlah pasien meninggal mencapai 38. Angka ini jadi yang paling tinggi dibanding negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Sama seperti di Perancis, korban meninggal di sini juga ada yang bekerja sebagai dokter. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyebutkan ada lima dokter yang meninggal karena COVID-19, dan dua dokter lain belum terkonfirmasi.

Sama pula seperti Perancis, pemerintah Indonesia dianggap lamban merespons virus yang kelak jadi pandemi ini–predikat yang menunjukkan betapa luasnya persebaran penyakit. Hal ini terlihat dari pernyataan yang terkesan meremehkan dari para pejabat saat kasus ini belum (ketahuan) ada di Indonesia.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, misalnya, menolak mentah-mentah hasil riset tim peneliti dari Harvard yang menyebut kalau mungkin sudah ada warga Indonesia terinfeksi Corona. “Kalau ada orang lain mau melakukan survei, riset dan dugaan, ya silakan saja. Tapi janganlah mendiskreditkan suatu negara. Itu namanya menghina,” kata Terawan.

Seperti hal yang di ungkapkan Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay menyebut Pemerintahan Joko Widodo lambat dan tak maksimal dalam mencegah peredaran virus corona di tanah air. Selain terlambat dalam mendeteksi, Saleh menyebut pemerintah buruk dalam pola manajerial dan informasi.

“Ada banyak yang meragukan dengan data pemerintah soal jumlah corona. Bisa jadi lebih besar dan luas dari yang disebut sekarang,” kata Saleh dalam acara diskusi Polemik MNC Trijaya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Menurutnya, banyak orang juga kesulitan dalam memperoleh informasi soal corona. Data yang tersedia pun kerap tak akurat.

“Saya dapat info beberapa WNI yang datang periksa kesehayan di rumah sakit apakah terinfeksi atau tidak. Ternyata di rumah sakit menyatakan tidak. Saat dia mencoba mengecek dengan pergi ke Singapura ternyata teridentifikasi,” sebut Saleh.

Politikus PAN ini berpandangan, pemerintah juga tak bisa memafaatkan fasilitas kesehatan yang ada di dalam negeri. “Padahal kita punya banyak rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang baik. Perlu juga dideteksi mana perguruan tinggi yang punya fasilitas kesehatan dan kampus yang baik. Namun itu semua belum digunakan,” imbuh Saleh.

Ia khawatir Pemerintah Indonesia terlalu santai dalam mengantisipasi corona. Mengingat semua lapisan masyarakat sudah menjadi korbanya. “Kalau terus ditutupi maka masyarakat yang akan gaduh dan membuat persepsi kurang baik,” imbuh dia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *