Pemerintah Ubah Jarak Pemberian Vaksin Zeneca dan Sinovac

Pemerintah Ubah Jarak Pemberian Vaksin Zeneca dan Sinovac

Pemerintah Ubah Jarak Pemberian Vaksin Zeneca dan SinovacPemerintah adalah organisasi yang memiliki kewenangan untuk mengatur komunitas di wilayah tertentu, yang umumnya adalah negara. Ada beberapa definisi mengenai sistem pemerintahan. Sama halnya, terdapat bermacam-macam jenis pemerintahan di dunia.

Pemerintah merupakan sarana untuk menegakkan kebijakan organisasi, sekaligus sebagai mekanisme untuk menentukan kebijakan. Setiap pemerintahan memiliki semacam konstitusi, yaitu pernyataan tentang prinsip dan filosofi pemerintahannya.

Kementrian kesehatan membuat pembaruan tentang peraturan jarak pemberian vaksin Covid-19 antara dosis pertama dan dosis kedua.

Dua jenis vaksin yang diubah jarak pemberiannya yaitu vaksin Sinovac dan AstraZeneca.

Berikut Daftar S128 telah merangkum informasinya.

1. Perbedaan vaksin Sinovac dan AstraZeneca
1. Perbedaan vaksin Sinovac AstraZeneca

Vaksin Sinovac menggunakan virus corona yang sudah dimatikan, sedangkan vaksin AstraZeneca menggunakan virus lain yang dimodifikasi secara genetik untuk memicu respons imun.

Efektivitas dari vaksin Sinovac yaitu sebesar 65,3 persen berdasarkan hasil uji klinis tahap 3 di Bandung sedangkan untuk vaksin AstraZeneca memiliki efektivitas sebesar 76 persen untuk mencegah Covid-19 yang bergejala.

2. Selang waktu vaksin
2. Selang waktu vaksin

Dosis pertama dan kedua vaksin Sinovac memiliki selang waktu selama 28 hari, dari yang sebelumnya hanya 14 hari.

Sementara untuk vaksin AstraZeneca yang sebelumnya memiliki waktu 2 bulan dibuat menjadi berjarak waktu 12 minggu untuk pemberian dosis pertama dan kedua.

3. Penyesuaian antara lansia dan pelayan publik
3. Penyesuaian antara lansia pelayan publik

Pemerintah mengubah jarak waktu pemberian dosis vaksin agar jadwal vaksinasi antara lansia dan pelayan publik dapat disamakan.

Hal ini berdasarkan pernyataan juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Reisa Brotoasmoro dalam konferensi pers secara virtual melalui kanal YouTube Presiden pada Senin (12/4). “Penyesuaian ini dilakukan agar jadwal (vaksinasi) lansia dan pelayan publik dapat disamakan” ujar Reisa.

Penyesuaian jarak waktu ini juga dinyatakan masih bisa memberi imunitas yang maksimal bagi penerima vaksin.

4. Vaksin yang berlaku di Indonesia saat ini
4. Vaksin berlaku Indonesia saat ini

Virus corona, pandemi, dan vaksin Covid-19 merupakan hal yang baru, maka penyesuaian pun akan selalu dilakukan untuk mencapai memaksimalkan efektivitas vaksin.

Reisa menyebutkan bahwa “Tujuan vaksinasi adalah membangun kekebalan tubuh semaksimal mungkin dan selama mungkin. Penyesuaian (dilakukan) sebagai penyempurnaan dari penelitian ilimiah yang berlanjut hingga detik ini”.

Untuk saat ini sendiri baru terdapat 3 jenis vaksin yang diberlakukan di Indonesia. Hal ini dikarenakan untuk memimalisir resiko jika terjadi hal yang tidak diinginkan dalam salah satu jenis vaksin. Tiga jenis vaksin Covid-19 tersebut yaitu oleh Sinovac, AstraZeneca, Novavax dan Pfizer.

5. Jumlah dosis yang sudah dicapai di Indonesia
5. Jumlah dosis sudah dicapai Indonesia

Terhitung sampai 12 April pemberian vaksin sudah mencapai 15,4 juta dosis yang terdiri dari 10,18 juta untuk dosis pertama dan 5,22 juta untuk dosis kedua.

Itulah informasi terkait perubahan jarak pemberian dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Sinovac. Jangan lupa untuk tetap mematuhi protokol dan menjaga kesehatan, ya.