Pemerintah Bekerja Keras Tekan Kasus Covid-19

Pemerintah Bekerja Keras Tekan Kasus Covid-19

Pemerintah Bekerja Keras Tekan Kasus Covid-19

Pemerintah Bekerja Keras Tekan Kasus Covid-19 – Menteri Pertahanan ( Menhan) Prabowo Subianto memberikan bantuan berupa 5.000 rapid tes kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dalam rangka menekan penyebaran Covid-19.

Bantuan rapid tersebut diserahkan secara simbolis oleh Prabowo kepada Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, di kantor Kementerian Pertahanan, Selasa.

“Bantuan rapid test kit ini adalah bagian dari upaya Kemhan untuk ikut serta secara aktif dalam kampanye melawan Covid-19,” ujar Prabowo dalam keterangan tertulis.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mengatakan pemerintah akan bekerja habis-habisan untuk menekan jumlah kematian akibat virus corona atau COVID-19. Sebab hingga hari ini jumlah kematian akibat virus corona masih tinggi, yakni 3.710 orang.

“Kalau itu menjadi titik prioritas, maka pemerintah dengan segala cara akan bekerja habis-habisan untuk mengurangi jumlah kematian. Jumlah korban dan jumlah kematian,” kata Moeldoko di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa.

Prabowo menjelaskan, sesuai instruksi Presiden Joko Widodo, upaya Kemhan tersebut dilakukan dengan mengalihkan atau merelokasi anggaran untuk mendukung percepatan penanganan Covid-19.

Menurut Menhan, Kota Bekasi merupakan wilayah yang memiliki nilai strategis karena berbatasan langsung dengan ibu kota.

Selain Kota Bekasi, Kemhan juga berencana akan membantu daerah-daerah lainnya. “Dengan bersama-sama kita juga ingin terjun di daerah-daerah yang penting, untuk ikut serta bersama lembaga-lembaga lainnya,” ungkap Menhan.

Kasus positif bertambah karena yang diperiksa semakin banyak

Berdasarkan CFR (case fatality rate) yang ditampilkan oleh Our World in Data, kasus kematian Indonesia berada di posisi 6 dunia, yaitu 4,76 persen dari total kasus. Sementara di Asia Tenggara, Indonesia menduduki peringkat pertama kasus kematian tertinggi akibat COVID-19.

Moeldoko mengatakan pemerintah akan bekerja maksimal untuk menekan angka kematian pasien COVID-19. Mantan Panglima TNI itu menyinggung bahwa kenaikan kasus di Indonesia lantaran tes COVID-19 yang terus meningkat. Sehingga ada pelonjakan kasus.

“Nah sekarang ada kecenderungan kelihatannya meningkat itu temuan kasus positif. Itu memang berbanding lurus dengan jumlah rapid atau swab test yang dilakukan. Semakin banyak, maka akan menemukan semakin banyak (temuan kasus),” tutur Moeldoko.

Perkembangan COVID-19 dievaluasi setiap pekan

Moeldoko menyampaikan setiap minggu Presiden Joko “Jokowi” Widodo selalu menggelar rapat terbatas tentang penanganan COVID-19. Dalam rapat tersebut Jokowi mengevaluasi perkembangan virus corona di daerah-daerah.

“Awal-awal dulu bisa dua kali ya, sekarang Gugas Tugas sudah semakin optimum, maka seminggu sekali untuk ikuti perkembangan dari waktu ke waktu,” ucapnya.

Pemerintah tetapi melakukan upaya tracing dan isolasi untuk pengendalian

Menurut Moeldoko, hingga kini pemerintah masih terus melakukan pengendalian COVID-19 dengan melakukan tracing dan isolasi. Ia mengatakan, langkah-langkah itu sudah menjadi perhatian pemerintan.

“Jadi kalau memang ada penambahan, penambahan jumlah korban itu menjadi titik perhatian yang serius,” kata Moeldoko.

Comments are closed.