Pemerintah Antisipasi Masuknya Virus Varian Baru Lebih Ganas

Pemerintah Antisipasi Masuknya Virus Varian Baru Lebih Ganas

Pemerintah Antisipasi Masuknya Virus Varian Baru Lebih Ganas – Sama seperti virus pada umumnya, virus corona baru bermutasi hingga menghasilkan berbagai varian. Varian yang terbaru E484K disebut-sebut lebih ganas dari varian pendahulunya. Di Indonesia, virus corona varian E-484K dilaporkan pertama kali ditemukan di wilayah DKI Jakarta.

Karena telah bermutasi, varian ini mudah menular dan lebih ganas. Meskipun lebih ganas dibandingkan dengan varian lain, gejala yang ditimbulkan oleh Club388 Indonesia E484K mirip dengan varian baru virus Covid-19 yang sudah ada.

Pemerintah tengah bersiap mengantisipasi masuknya varian baru COVID-19 dari sejumlah negara, di antaranya B.1.1.7 dari Inggris, B.1.351 dari Afrika Selatan, P.1 dari Brasil, serta varian mutasi ganda B.1.617 di India yang diperkirakan lebih berbahaya dan cepat menular. Varian baru virus corona ini memunculkan kekhawatiran lonjakan kasus secara global.

“Gelombang kasus di India dipengaruhi mutasi virus dan pelonggaran penegakan protokol kesehatan. Akibatnya, penularan terjadi kembali dengan mutasi baru dan naik sangat tinggi. Ini pelajaran bagi kita semua agar selalu berhati-hati mengamati laju penularan COVID-19 ini,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dikutip laman kemkes.go.id, Jumat, 23 April 2021.

1. Mutasi virus corona Eropa sudah ditemukan di Indonesia

Diketahui, Indonesia agresif melakukan pemeriksaan Whole Genome Squencing (WGS) agar diketahui lebih cepat karakteristik COVID-19, dan diharapkan dapat membantu mengurangi tingkat penularan dan meningkatkan kesembuhan.

“Berdasarkan data dari Jejaring Surveilans Genomik Indonesia melaporkan, sejak Januari 2020 hingga Maret 2021 telah dilakukan pemeriksaan sebanyak 1.191 sekuens SARS-CoV-2. Hasilnya ditemukan adanya mutasi virus yang ada di Eropa,” kata Budi.

2. Waspada dan segera lakukan vaksinasi
Pemerintah Antisipasi Masuknya Varian Baru COVID-19 yang Lebih Ganas

Menkes mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada, dengan segera melakukan vaksinasi di sentra vaksinasi terdekat dan terus mematuhi protokol kesehatan.

“Kita harus selalu hati-hati, kita harus mempercepat program vaksinasi dan menjalankan protokol kesehatan untuk memastikan bahwa pada saat varian of convern B.1.1.7 ini makin besar porsinya, kita siap,” kata Budi.

3. Perkuat surveilans genomik di pintu masuk negara
Pemerintah Antisipasi Masuknya Varian Baru COVID-19 yang Lebih Ganas

Budi menyebutkan, berkaitan dengan lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi di India, pemerintah telah mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi masuknya mutasi virus corona ini masuk ke Indonesia, dengan memperkuat surveilans genomik di pintu masuk negara, baik darat, laut, maupun udara.

“Bagi WNI (Warga Negara Indonesia) yang pernah mengunjungi India dalam kurun waktu 14 hari terakhir, tetap diperbolehkan kembali ke Indonesia dengan syarat harus menjalani karantina 14 hari dan dua kali test swab PCR di awal dan akhir karantina,” kata Menkes.

4. Lonjakan kasus COVID-19 mulai meningkat di daerah
Pemerintah Antisipasi Masuknya Varian Baru COVID-19 yang Lebih Ganas

Di samping antisipasi penyebaran mutasi virus corona, pemerintah kini juga tengah bersiap menghadapi lonjakan kasus COVID-19 yang diperkiran mulai meningkat di sejumlah daerah.

“Sejak liburan dua minggu yang lalu, minggu ini secara rata-rata mulai ada kenaikan sedikit. Ini tugas kita bersama, jangan mengulangi seperti yang terjadi di India. Lebih baik kita waspada sejak awal,” kata Budi.

Menkes mengimbau seluruh masyarakat waspada terhadap ancaman COVID-19, dengan selalu menerapkan protokol kesehatan agar tren penurunan kasus dan peningkatan kasus sembuh bisa terus terjaga dengan baik.

“Kita bersyukur bahwa Indonesia kasus konfirmasi dan begitu juga yang dirawat di RS menurun cukup jauh dibandingkan awal tahun. Penurunan itu jangan membuat kita lengah, kita harus tetap waspada dengan menjalankan protokol kesehatan sesuai yang diterapkan di PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Mikro,” kata Budi.