Mengenal Tradisi Potong Jari Suku Dani, Ikipalin di Papua

Mengenal Tradisi Potong Jari Suku Dani, Ikipalin di Papua

Mengenal Tradisi Potong Jari Suku Dani, Ikipalin di Papua

10 Tradisi Masyarakat Adat Indonesia, Ada Budaya Potong Jari

Mengenal Tradisi Potong Jari Suku Ikipalin di Papua – Indonesia dikenal dengan beragam tradisi suku dan budaya. Setiap suku memiliki ritual masing-masing terutama dalam beberapa acara adat termasuk acara kematian.

Setiap suku memiliki ritual tersendiri untuk menunjukkan rasa duka akibat kehilangan anggota keluarganya. Mulai dari ritual biasa hingga yang cukup ekstrem seperti yang dilakukan oleh Suku Dani.

Bagi suku yang bermukim di Papua ini, kebersamaan sangatlah penting. Oleh sebab itu, saat kehilangan anggota keluarga, mereka akan segera memotong ruas jarinya. Tradisi ini dikenal sebagai Iki Palek.

Suku Dani di Lembah Baliem, Papua, punya cara Daftar Sbobet88 dalam mengungkapkan kesedihannya. Ketika ada anggota keluarga atau kerabat yang meninggal, mereka akan memotong jarinya. Hal ini dilakukan untuk mencegah malapetaka yang membuat nyawa hilang terulang kembali.

Jari yang dipotong menunjukan berapa banyak keluarga mereka yang telah meninggal. Meskipun mayoritas wanita yang melakukan tradisi ini, tetapi pria juga ikut melakukannya sebagai bentuk kesedihan.

Menurut anggota suku Dani, menangis saja tidak cukup untuk melambangkan kesedihan yang dirasakan. Rasa sakit dari memotong jari dianggap mewakili hati dan jiwa yang tercabik-cabik karena kehilangan.

Selain itu, alasan mereka memutuskan untuk melakukan tradisi Iki Palek adalah karena jari dianggap sebagai simbol harmoni, persatuan, dan kekuatan.

Bagian tubuh tersebut juga menjadi lambang hidup bersama sebagai satu keluarga, satu marga, satu rumah, satu suku, satu nenek moyang, satu bahasa, satu sejarah dan satu asal. Dalam bahasa Papua, itu disebut dengan “Wene opakima dapulik welaikarek mekehasik”.

Terkadang, mereka mengikat jari dengan seutas tali selama beberapa waktu sampai aliran darah berhenti. Ketika aliran darah telah berhenti barulah pemotongan jari dilakukan.

Rasa sakitnya memang tidak bisa dibayangkan. Namun, sebagai tanda kesetiaan, hanya ini yang dapat mereka lakukan.

Meski begitu, di antara anggota suku Dani masih bisa ditemui orang-orang tua yang telah kehilangan jari-jari sebagai bagian dari tadisi Iki Palek. Bahkan, ada yang kehilangan seluruh jarinya.

Ikipalin dilakukan menggunakan benda tajam, seperti pisau, kapak, parang, atau lainnya. Selain bantuan benda tajam, Suku Dani juga terbiasa memakai gigi untuk memotong jari. Mereka akan menggigitnya hingga putus.  Untungnya, seiring dengan terbukanya Suku Dani, kini mulai banyak orang yang meninggalkannya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *