Kpu Gencar Untuk Sosialisasi Pilkada Serentak 2020

Kpu Gencar Untuk Sosialisasi Pilkada Serentak 2020

Sebanyak 270 daerah akan melaksanakan pikada serentak (pemilihan kepala daerah) pada tanggal 9 Desember 2020. Meski suasana pilkada ini berlangsung dalam situasi pandemi corona, namun diharapkan minat masyarakat untuk melakukan pemilihan jangan sampai berkurang.

Untuk itu, Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Guspardi Gaus meminta komisi pemilihan umum untuk lebih gencar dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat, dari masa tahapan pilkada hingga pelaksanaan pikada.

Baca Juga: Tradisi Warga Tionghoa Rayakan Tuan U Ciek, Ritual Buang Sial

“Bahkan dalam beberapa kali rapat koordinasi dan rapat dengar pendapat (RDP), sejalan juga dengan pandangan Fraksi PAN. Saya ingatkan sosialisasi Pilkada 9 Desember 2020 harus lebih gencar,” kata Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu , Minggu (5/7) malam, sebagaimana dilansir Antara.

Pilkada Serentak 2020

Ia juga menyebutkan, keputusan pelaksanaan Pilkada 9 Desember 2020 sudah melalui pertimbangan panjang dan matang, termasuk soal kewajiban mematuhi protokol kesehatan untuk mengantisipasi covid-19.

“Kami tidak ingin ada masyarakat maupun penyelenggara pilkada yang terkena covid-19 karena ikut pilkada,” kata mantan pengajar Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat dan IAIN Imam Bonjol Padang itu.

Masyarakat perlu mendapatkan sosialisasi pilkada secara masif agar tidak khawatir menggunakan hak suaranya di masa pandemi. Apalagi, kata dia, sudah ada target dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian agar tingkat partisipasi pemilih pilkada di atas 50%.

“Bahwa hak demokrasi jangan diabaikan. Kalau tidak menggunakan hak pilihnya, yang terpilih kan orang-orang yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan,” ujarnya.

Ia mengamati, masyarakat sebenarnya masih ada kebimbangan antara anjuran di rumah saja dengan transisi kelaziman baru atau new normal. Tapi KPU masih bisa memanfaatkan waktu lima bulan ke depan untuk persiapan pelaksanaan pilkada login idnplay.

“Di masa transisi ini, masyarakat juga sudah terbiasa dengan protokol kesehatan, seperti memakai masker, rajin cuci tangan, dan jaga jarak. Ini yang kami harapkan terimplikasi juga pada pelaksanaan pilkada nanti,” kata Gaus.

Batas 15 Juli

Di tempat terpisah, Sekretaris Jenderal Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Gunawan Suswantoro, mengingatkan pemerintah daerah (pemda) yang melaksanakan Pilkada Serentak 2020. Termasuk daerah di Provinsi Lampung, untuk memenuhi anggaran 100% kepada Bawaslu maksimal 15 Juli 2020.

“Saya datang ke Lampung untuk melihat kesiapan anggaran Bawaslu di masing-masing daerah dalam rangka mendukung pilkada serentak di delapan kabupaten/kota di Lampung,” kata Gunawan di Bandarlampung, pada hari yang sama.

Dia berharap semua pemda di delapan kabupaten/kota Provinsi Lampung pada 15 Juli sudah dapat mentransfer 100% anggaran ke Bawaslu setempat. Karena hal tersebut sesuai dengan Permendagri Nomor 41 Tahun 2020.

“Sebenarnya batas waktu Pemda guna memenuhi anggaran 100% guna penyelenggara pilkada itu sampai 9 Juli, tapi dikasih kelonggaran hingga 15 Juli 2020,” jelasnya.

Menurut dia, kesiapan anggaran bagi penyelenggara pilkada sangat penting agar pelaksanaan pilkada di tengah pandemi covid-19 ini berjalan dengan baik.

Baca Juga: Negara dengan Sistem Pemerintahan Terbaik di Dunia

“Saya semalam sudah melakukan pengecekan, tampaknya dari delapan kabupaten/kota yang melaksanakan pilkada. Ada dua daerah yang belum mengarah ke 100% anggaran,” tegasnya.

Selain itu, Sekjen Bawaslu RI itu juga memfokuskan kepada ketersediaan alat pelindung diri (APD) bagi penyelenggara yang akan melakukan tugas di tengah wabah covid-19.

“Kesiapan APD ini juga penting, karena pilkada dalam pandemi covid-19 harus benar-benar mengutamakan keselamatan masyarakat dan penyelenggara,” jelasnya.

Comments are closed.