KPK Total Tangkap 15 Orang dalam OTT Bupati Kutai Timur

KPK Total Tangkap 15 Orang dalam OTT Bupati Kutai Timur

KPK Total Tangkap 15 Orang dalam OTT Bupati Kutai Timur

KPK Total Tangkap 15 Orang dalam OTT Bupati Kutai Timur – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyeret 15 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Kutai Timur, Ismunandar.

Mereka ditangkap di lokasi yang berbeda, yaitu DKI Jakarta serta Kutai Timur dan Samarinda, Kalimantan Timur.

“Untuk beberapa pihak yang diamankan di Jakarta saat ini sudah berada di gedung KPK sebanyak tujuh orang.

Sedangkan, pihak-pihak yang diamankan di Kutim (Kutai Timur) dan Samarinda sebanyak delapan orang,” ucap Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri kepada wartawan, Jumat.

Lalu, Ali menyampaikan Ismunandar dan 14 orang lainnya saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif.

Sementara itu, Tujuh orang diperiksa di Gedung KPK, Jakarta. Sementara delapan orang diperiksa di Polresta Samarinda dan akan dibawa ke Jakarta siang ini.

“Mengenai jumlah barang bukti uang saat ini juga masih dihitung. Perkembangan berikutnya nanti kami sampaikan lebih lanjut,” jelas dia.

Penangkapan Ismunandar

Sebelumnya, tim penindakan KPK menangkap Ismunandar di Jakarta, Kamis  malam.

Dalam operasi ini, lembaga antirasuah juga menangkap istri Ismunandar, Ence UR Firgasih yang juga ketua DPRD Kutai Timur.

Ismunandar adalah politikus Partai NasDem. dan Ence merupakan politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Selain dari,pasangan suami istri itu, tim penindakan KPK juga mencokok Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutai Timur, Edward Azran.

Sementara itu, identitas pihak lainnya yang juga ditangkap belum diketahui.

Lembaga antikorupsi mengamankan sejumlah uang dan sejumlah buku rekening bank.

Tetapi, belum diketahui jumlah pasti uang dalam operasi senyap terhadap pasangan suami istri yang menjadi pemimpin di Kutai Timur itu.

Sesuai hukum acara yang berlaku, KPK mempunyai waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum Ismunandar dan pihak lain yang turut diamankan.

OTT terhadap Ismunandar mengenai dengan pengadaan barang dan jasa.

Meski demikian, Firli pun tidak menjelaskan secara rinci terkait kasus ataupun pihak-pihak yang turut ditangkap oleh komisi antirasuah dalam OTT tersebut.

Dia menyampaikan pihaknya akan memberi penjelasan secara lengkap setelah proses penyelidikan oleh tim penindakan itu selesai.

“Kami akan sampaikan semuanya setelah pengumpulan keterangan dan barang bukti selesai,” tambah Firli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *