Ketua Majelis Syuro PKS Meninggal

Ketua Majelis Syuro PKS Meninggal

Ketua Majelis Syuro PKS Meninggal

Ketua Majelis Syuro PKS Meninggal – Pendiri sekaligus Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) periode 2003 hingga 2015 KH Hilmi Aminuddin, meninggal dunia pada Selasa.

Departemen Politik DPP PKS Pipin Sopian membenarkan hal tersebut. Menurutnya, Hilmi meninggal dunia pada pukul 14.24 WIB di RS Santosa Bandung, Jawa Barat.

“Benar. Ustadz Hilmi Aminuddin, guru kami, wafat hari ini pukul 14.24 WIB,” kata Pipin.

Ia pun memohon doa untuk almarhum Hilmi. Pipin menambahkan bahwa informasi lengkap terkait wafatnya Hilmi akan disampaikan oleh perwakilan keluarga.

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun. Telah berpulang ke rahmatulloh Gurunda kami KH. Hilmi Aminudin Hari ini pukul 14.24 di ruangan Berlian Timur RS. Santosa Central. Smoga almarhum husnul khotimah, dn keluarga nya diberi kesabaran dn mendapat ridho Allah..aamiin,” demikian informasi tersebut.

Hilmi Aminuddin merupakan pendiri gerakan dakwah atau yang diera 1980-1990-an dikenal dengan sebutan harakah tarbiyah dan kini ia menjabat sebagai Ketua Majelis syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Hilmi Aminuddin adalah putra Danu Muhammad Hasan, satu dari tiga tokoh penting Darul Islam (Tentara Islam Indonesia) pimpinan Kartosoewirjo.

Pada usia enam tahun, Hilmi memulai pendidikannya dengan mendaftar di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Selulusnya dari sana, dia berkelana ke sejumlah pesantren di Jawa. Pada tahun 1973, Hilmi memutuskan untuk berangkat ke Arab Saudi dan belajar di Fakultas Syariah Universitas Islam di Madinah. Selama enam tahun menuntut ilmu di universitas tersebut, Hilmi kerap berkumpul dengan Yusuf Supendi yang juga merupakan tokoh perintis PKS. Kala itu Yusuf sedang berkuliah di Universitas Imam Muhammad Ibnu Saud, Riyadh.

Sekitar tahun 1978, Hilmi Aminudin lulus kuliah dan pulang ke Indonesia. Sepulangnya dari Arab Saudi, Hilmi memulai kariernya dengan berdakwah. Tapi karena Hilmi tidak memiliki Pondok Pesantren seperti kebanyakan ulama di Indonesia saat itu, Hilmi pun berdakwah dari masjid ke masjid, atau dari satu kelompok pengajian ke kelompok pengajian lainnya. Pada tahun 1998, Hilmi bersama beberapa rekannya mendirikan Partai Keadilan dan pada tahun 2002, partai tersebut berganti nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera agar bisa ikut pemilihan umum dua tahun berikutnya.

Kabar itu disampaikan Sekretaris PKS DPW Jabar Abdul Hadi Wijaya melalui pesan singkat. “Innalillahi wa rajiuuun… Telah berpulang ke rahmatullah ust Hilmi Aminuddin (Ketua Majelis Syura PKS 2005-2015), Selasa 30/6/2020 pukul 14.24 di ruangan Berlian Timur RS. Santosa Central, Jl Gardujati, Kota Bandung,” tulis pria yang akrab disapa Gus Ahad itu.

“Semoga almarhum husnul khotimah, dan keluarga nya diberi kesabaran dan mendapat ridho Allah.. Aamiin yaa Robbal Aalamiin,” kata Gus Ahad.

Hilmi pendiri Partai Keadilan yang pada 2002 berubah nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera. Pada 2005, Hilmi terpilih menjadi Ketua Majelis Syuro PKS lewat mekanisme voting tertutup. Ia mengantongi 29 dari total 50 suara anggota Majelis Syuro, mengungguli tiga calon Ketua Majelis Syuro lainnya, yakni Salim Segaf, Surahman Hidayat, dan Abdul Hasib.

Hilmi kembali terpilih menjadi Ketua Majelis Syuro pada 2010 dalam Pemilihan Raya Majelis Syuro PKS. Di bidang keagamaan, Hilmi merupakan sosok yang sangat dihormati oleh jemaahnya dan pendiri harakat tarbiyah di era 1980-1990

Hilmi Aminuddin adalah putra Danu Muhammad Hasan, satu dari tiga tokoh penting Darul Islam (Tentara Islam Indonesia) pimpinan Kartosoewirjo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *