Jokowi Ingatkan Indonesia Ranking Tiga Penderita TBC Dunia

Jokowi Ingatkan Indonesia Ranking Tiga Penderita TBC Dunia

Jokowi Ingatkan Indonesia Ranking Tiga Penderita TBC Dunia

Jokowi Ingatkan Indonesia Ranking Tiga Penderita TBC Dunia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan Indonesia sekarangf ini berada di peringkat ketiga dunia untuk penderita TBC (Tuberkulosis). Posisi Indonesia di bawah India dan China mengenai jumlah pasien TBC.

“Perlu kembali saya ingatkan bahwa Indonesia masuk ranking ke-3 kasus penderita tuberkulosis, tertinggi di dunia setelah India dan China,” ucap Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait ‘Percepatan Eliminasi TBC’ di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa.

Jokowi menyampaikan TBC termasuk salah satu dari 10 penyakit menular yang mengakibatkan kematian tertinggi di dunia. Bahkan, menurutnya, jumlah kematian akibat TBC lebih besar daripada HIV setiap tahunnya.

Jumlah kematian akibat TBC menembus angka di Indonesia pada 2017 sebanyak 116 ribu orang dan pada 2018 mencapai 98 ribu orang. Sebagian besar penderita ini merupakan kelompok produktif yakni mereka yang berusia 15-55 tahun.

“Perlu kita ketahui 75 persen TBC adalah kelompok produktif 15-55 tahun. Ini yang harus kita waspadai,” paparnya.

Mantan wali kota Solo itu menargetkan Indonesia bisa bebas TBC pada 2030. Menurutnya, pengendalian TBC bisa dilakukan serupa dengan penanganan Covid-19.

“Kita sudah mempunyai model untuk covid, yaitu pelacakan agresif untuk menemukan di mana mereka, harus dilakukan,” tuturnya.

Dalam kegiatan Musrenbang April lalu, Jokowi sempat menyinggung soal posisi Indonesia yang berada di peringkat ketiga terbesar penderita TBC. Jokowi saat itu menyampaikan tentang bahaya penyakit menular yang dihadapi Indonesia selain pandemi virus corona.

Kasus Covid-19 Di Bulan Juli Bertambah

Seperti pada 8 Juli, kasus positif virus corona bertambah 1.853 orang. Sehari kemudian, kasus positif baru melonjak drastis hingga mencapai 2.657 orang.

Berdasarkan catatan  jumlah tambahan kasus hingga 20 Juli kemarin jauh lebih tinggi ketimbang pertambahan kasus sepanjang Juni 2020, yakni sebanyak 29.912 orang. Sementara Mei 2020 kasus bertambah 16.355 orang, April 2020 bertambah 8.590 orang dan Maret 2020 bertambah 1.528 orang.

Sementara angka pasien sembuh, hingga 20 Juli juga terbilang tinggi. Sejak 1 sampai 20 Juli terdapat penambahan sebanyak 22.171 orang.

Jumlah ini jauh lebih tinggi ketimbang pertambahan kasus sepanjang Juni yakni sebanyak 17.498 orang. Sementara sepanjang Mei 2020 bertambah 5.786 orang, April 2020 bertambah 1.441 orang, dan Maret 2020 bertambah 81 orang.

Sedangkan angka kematian pasien pada Juli ini juga paling tinggi di antara bulan lainnya. Terhitung dari 1 sampai 20 Juli, pasien positif yang meninggal sebanyak 1.363 orang.

Sementara pada Juni 2020 pasien meninggal bertambah 1.263 orang. Mei 2020 bertambah 821 orang, April 2020 bertambah 656 orang dan Maret 2020 bertamba 136 orang.

Comments are closed.