Gerakan Indonesia Bersih Edukasi Masyarakat Kelola Sampah

Gerakan Indonesia Bersih Edukasi Masyarakat Kelola Sampah

Gerakan Indonesia Bersih Edukasi Masyarakat Kelola Sampah – Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam proses-proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung.

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Ikatan Istri Pimpinan (IIP) BUMN mengambil peran melalui “Gerakan Indonesia Bersih”, yaitu sebuah program yang mendukung Gerakan Revolusi Mental yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Tujuan utama dalam gerakan ini ialah menjaga kebersihan dan kelestarian alam Indonesia dengan mengurangi dampak buruk sampah bagi lingkungan Club388 sekitar.

Untuk mendukung dan melaksanakan gerakan tersebut, DWP Kementerian BUMN dan IIP BUMN membentuk sebuah Tim Gerakan Indonesia Bersih yang beranggotakan ibu-ibu dari DWP Kementerian BUMN dan IIP BUMN.

Salah satu kegiatan yang dijalankan ialah Program Bersih-Bersih Sungai #JagaSungaiJagaKehidupan sebagai bentuk dukungan bagi kelestarian sungai sebagai penyangga siklus kehidupan manusia.

“Sungai memiliki peran vital sebagai penyangga siklus kehidupan alam sekitar. Program ini merupakan salah satu upaya mengembalikan fungsi dan manfaat sungai bagi manusia dan alam sekitar. Sungai yang bersih, sehat, dan bebas dari sampah pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi kelestarian lingkungan dan membawa perbaikan kualitas hidup masyarakat,” ujar Liza Erick Thohir selaku Penasihat DWP Kementerian BUMN dan Ketua Umum IIP BUMN, melalui keterangan resminya, Rabu (31/3/2021).

1. Ada dua kegiatan utama program bersih-bersih Sungai Pagarsih
Gerakan Indonesia Bersih Edukasi Masyarakat tentang Kelola Sampah  

Tim Gerakan Indonesia Bersih telah melaksanakan Program Bersih-Bersih Sungai #JagaSungaiJagaKehidupan di Sungai Pagarsih, Kota Bandung, Jawa Barat. Kegiatan bersih-bersih di Sungai Pagarsih ini dilakukan berupa dua kegiatan utama, yaitu edukasi pengelolaan sampah dan penataan sarana prasarana fisik di bantaran sungai.

Dalam edukasi pengolahan sampah, masyarakat dibekali pengetahuan untuk memilah sampah rumah tangga, yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik yang sudah dipilah kemudian diolah dengan metode composting bin, yaitu pengolahan sampah organik dengan memanfaatkan Maggot BSF (Black Soldier Fiy). Hasilnya dapat dimanfaatkan untuk pupuk kompos, tambahan pakan ternak, urban farming, bahkan bisa diolah menjadi biogas.

“Dalam pelatihan tentang sampah kami menghadirkan Guru Besar Institut Pertanian Bogor, yaitu Prof. Dr. Ir. Arief Sabdo Yuwono, MSc dan ibu-ibu Anggota Tim Gerakan Indonesia Bersih DWP Kementerian BUMN-IIP BUMN. Setelah pelatihan dilaksanakan, monitoring dan evaluasi juga dilakukan untuk memastikan pelatihan yang diberikan dapat diterapkan dan diimplementasikan oleh masyarakat,” jelas Rena Sunarso selaku Ketua Tim Gerakan Indonesia Bersih.

2. Penataan sarpras di pinggir Sungai Pagarsih dilakukan di dua lokasi
Gerakan Indonesia Bersih Edukasi Masyarakat tentang Kelola Sampah  

Sementara itu, penataan sarana dan prasarana (sarpras) di pinggir Sungai Pagarsih dilakukan di dua lokasi, yaitu di RW 01 Kelurahan Babakan Taragong, Kecamatan Bojong Loa Kaler, serta di RW 04 Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung.

Untuk masyarakat RW 01, telah dilakukan penataan sarana dan prasarana berupa pembersihan, pengecoran, pengecatan di sepanjang bantara sungai, pembangunan wastafel, pengadaan tong sampah terpilah organik dan non-organik di 5 titik lokasi, pengadaan composting bin, pengadaan Kolam Fiber dan budi daya lele, pembuatan vertical garden di 5 titik lokasi, pengadaan urban farming, playground, dan tempat sampah untuk 100 kepala keluarga (KK).

3. Gerakan Indonesia Bersih akan dilakukan di daerah lain
Gerakan Indonesia Bersih Edukasi Masyarakat tentang Kelola Sampah  

Untuk wilayah RW 04 Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astana Anyar, dilakukan penataan dan pembangunan MCK umum 3 pintu, renovasi MCK dan tempat wudu masjid, pengadaan composting bin dan pengadaan tempat sampah untuk 100 KK.

“Kami mendapat dukungan penuh dari masyarakat sekitar Sungai Pagarsih dan pemerintah daerah setempat. Program kami ini tidak hanya menata dan memperbaiki sungai menjadi asri dan lestari, tapi kami juga memberi solusi dalam mengatasi persoalan sampah dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” tegas Rena Sunarso.

Ke depannya, Gerakan Indonesia Bersih akan dilakukan di daerah lain dengan berbagai bentuk kegiatan yang secara langsung mampu memberikan manfaat bagi kesehatan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.