DPR-Pemerintah Sepakati Asumsi Makro 2021

DPR-Pemerintah Sepakati Asumsi Makro 2021

DPR-Pemerintah Sepakati Asumsi Makro 2021

DPR-Pemerintah Sepakati Asumsi Makro 2021 – Pemerintah bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) menyepakati asumsi makro dan target pembangunan tahun 2021 mendatang. Keputusan ini diambil setelah menjalani rapat kerja bersama mulai dari pukul 10.00 WIB sampai dengan 19.00 WIB.

Dalam rapat tersebut, pemerintah diwakili oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Kepala BPS Suhariyanto dan juga Ketua OJK Wimboh Santoso serta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Masing-masing dari pemerintah diberikan pandangan mengenai asumsi makro ekonomi 2021.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Kementerian ESDM menyetujui asumsi sektor energi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2021. idn poker deposit pulsa indosat

“Komisi VII DPR menyetujui asumsi makro energi dalam RAPBN 2021, sesuai dengan tabel berikut,” ujar Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto, Senin.

Komisi VII dengan Kementerian ESDM menyetujui harga acuan minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) di rentang US$42-US$45 per barel. Seluruh anggota fraksi dalam Komisi VII menyetujui patokan ICP tersebut.

“Asumsi dasar ICP ini merupakan proses panjang, dalam kondisi upnormal ini dengan tetapkan US$42-US$45 per barel sangat realistis, tapi juga instrumen untuk menentukan ICP ini luar biasa, kami putuskan sekarang minggu depan bisa berubah lagi dengan situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian,” ujar anggota Komisi VII DPR Sartono Hutomo.

Selajutnya, lifting minyak dan gas bumi (migas) juga disepakati sebesar 1,68 juta-1,72 juta minyak ekivalen per hari (BOEPD). Rinciannya, lifting minyak bumi 690 ribu-710 ribu barel per hari (BOPD) dan lifting gas bumi 990 ribu -1,01 juta minyak ekivalen perhari (BOEPD).

Namun, terdapat catatan dari sejumlah fraksi terhadap asumsi lifting migas, salah satunya fraksi PKB. Menurut fraksi PKB, lifting minyak masih bisa dikerek lagi.

“Lifting minyak kami mendapatkan asumsi baru bahwa kami akan berusaha lebih optimis lagi, karena kami ingin berikan target 705 ribu-710 ribu bph,” imbuhnya.

Badan Anggaran (Banggar) DPR bersama pemerintah akhirnya menyetujui asumsi dasar makro ekonomi usai menerima kesimpulan rapat Komisi VII dengan Kementerian ESDM mengenai penetapan harga minyak mentah Indonesia (ICP) dan produksi minyak dan gas (migas) di 2021.

Sebelumnya, Banggar DPR dengan pemerintah dalam hal ini Tim Panja A yang dipimpin Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan hanya menetapkan tanpa adanya ICP dan produksi migas.

“Kami sudah terima dari Komisi VII dan Banggar bersikap sama, dan kami dari juga sudah terima dari Komisi XI, kami kami pun akan terima utuh,” kata pimpinan rapat Banggar DPR, Said Abdullah di ruang rapat Banggar, Jakarta, Selasa.

Dia pun kembali membacakan asumsi dasar yang tertera pada layar presentasi di ruang rapat Banggar DPR.

“Asumsi makro yang terpampang di layar dapat disetujui ya,” katanya.

Dengan persetujuan ini, berikut asumsi makro ekonomi tahun 2021 versi lengkapnya:

– Pertumbuhan ekonomi: 4,5-5,5%
– Inflasi: 2-4%
– Tingkat bunga SBN 10 tahun: 6,29-8,29%
– Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS: Rp 13.700-Rp 14.900
– Harga minyak mentah Indonesia: US$ 42-45 barel per day (bpd)
– Lifting minyak: 690-710 ribu bph
– Lifting gas: 990-1.010 ribu barel setara minyak per hari

Target Pembangunan
– Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 7,7-9,1%
– Tingkat Kemiskinan 9,2-9,7%
– Rasio Gini 0,377-0,379

Indikator Pembangunan
– Indeks Pembangunan Manusia 72,78-72,95
– Nilai Tukar Petani (NTP) 102-104
– Nilai Tukar Nelayan (NTN) 102-104

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *