Banyak Masyarakat Setuju Jokowi Reshuffle Menteri

Banyak Masyarakat Setuju Jokowi Reshuffle Menteri

Banyak Masyarakat Setuju Jokowi Reshuffle Menteri

Banyak Masyarakat Setuju Jokowi Reshuffle Menteri – Lembaga survei Indikator Politik mencatat sebagian besar publik mendukung kocok ulang atau reshuffle kabinet yang dilontarkan Presiden Joko Widodo beberapa pekan lalu.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi mengatakan 64,8 persen dari total 1.200 responden yang mereka survei setuju reshuffle dilakukan Jokowi.

“Soal reshuffle kabinet, 30,3 persen masyarakat tidak setuju. Sementara 64,8 persen yang terjaring survei ini setuju reshuffle,” kata Burhan dalam rilis survei yang dilakukan secara virtual, Selasa.

Masyarakat yang menginginkan Presiden Joko Widodo mewujudkan wacana reshuffle menteri seperti yang disampaikan dalam rapat kabinet beberapa waktu lalu. Hal tersebut diketahui lewat hasil survei yang dilakukan Charta Politika

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menyebut sebanyak 73,1 persen dari responden menyetujui rencana reshuffle. Hanya 13,3 persen yang tidak setuju, 13,6 persen lainnya memilih tidak tahu.

“Survei ini dilakukan setelah Pak Jokowi mengupload kalimat reshuffle yang keluar saat rapat itu. Dan sebanyak 73.1 persen mengatakan setuju untuk reshuffle. Hasil ini lebih besar dibandingkan dengan kemarin saya mengikuti rilis mas Burhan (survei indikator) itu 64 atau 65 persen mengatakan setuju,” ujar Yunarto pada webinar bertajuk ‘Trend Tiga Bulan Kondisi Politik, Ekonomi dan Hukum pada Masa Pandemi Covid-19,’ Rabu.

Indikator juga membelah responden berdasarkan partai politik yang mereka pilih pada Pemilu 2019. Burhan menyebut mayoritas dari semua pendukung partai politik menginginkan reshuffle.

Kemudian, survei menunjukkan 49,7 persen responden puas dengan kinerja menteri-menteri kabinet Indonesia Maju dan sebanyak 44,1 persen tidak puas, serta 6.2 persen tidak tahu/tidak jawab.

Charta juga menanyakan kepada masyarakat terkait kinerja para menteri Jokowi. Masyarakat menilai Menteri Pertahanan Prabowo Subianto paling berkinerja baik sebanyak 12,8 persen. Menteri Keuangan Sri Mulyani 11,5 persen, Menteri BUMN Erick Thohir 5,8 persen.

Selanjutnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono 4,2 persen, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian 2,6 persen, Menteri Sosial Juliari Batubara 2,2 persen, dan Mendikbud Nadiem Makarim 2 persen.

Terakhir, mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti 1,7 persen, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi 1,5 persen, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto 1,2 persen dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung 1 persen.

Burhan melanjutkan, pihaknya juga mengaitkan responden dengan tingkat pengetahuan terkait aksi marah-marah Jokowi di depan para menteri. Indikator mencatat 54,7 persen responden mengetahui aksi Jokowi marahi kabinetnya.

Indikator juga mencatat bacaan responden terhadap aksi Jokowi itu. Sebagian responden menilai aksi itu karena serapan anggaran kurang efektif (5,4 persen), ego sektoral antarkementerian (6,3 persen), koordinasi kurang bagus (7,9 persen), para menteri kurang peka terhadap krisis (17,2 persen), dan kinerja menteri kurang baik (54,8 persen).

“Saat ditanya apakah tahu alasan Presiden marah, sebagian besar menjawab karena kinerja menteri kurang baik,” tuturnya.

Comments are closed.